SAMARINDA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan hutan di Kalimantan. Cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Niño menyebabkan ratusan hektar lahan gambut serta kawasan hutan vegetasi lebat hangus terbakar dalam beberapa hari terakhir.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat setempat terus berupaya memadamkan titik api (hotspot). Medan yang terjal, jauhnya akses sumber air, serta tiupan angin kencang menjadi kendala utama dalam memadamkan kobaran api yang dengan cepat meluas.
Dampak Utama Kebakaran
-
Kabut Asap Pekat: Jarak pandang di beberapa wilayah pemukiman menurun drastis hingga di bawah 1 kilometer pada pagi hari, mengganggu jalur transportasi darat dan penerbangan lokal.
-
Kesehatan Masyarakat: Dinas Kesehatan mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah akibat tingginya kandungan partikel berbahaya (PM2.5) dari asap pembakaran.
-
Ancaman Keanekaragaman Hayati: Kebakaran merusak habitat alami berbagai satwa liar endemik Kalimantan, termasuk orangutan dan bekantan, yang terdesak mendekati pemukiman warga.
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penanganan darurat melalui water bombing menggunakan helikopter. Petugas juga memperketat investigasi di lapangan untuk menindak tegas pihak atau oknum yang terbukti membuka lahan dengan cara dibakar. Warga diimbau untuk tidak membuat pembakaran terbuka dalam bentuk apa pun selama musim kemarau berlangsung.