Labuhanbatu-
Aksi nekat pembakaran ruang rapat di lantai 3 Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), rupanya dipicu persoalan stiker WhatsApp (WA).
Pelaku yang merupakan tenaga outsourcing nekat membakar kantor lantaran sakit hati foto dirinya dijadikan stiker dan ejekan oleh sesama rekan kerjanya.
Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin membenarkan bahwa terduga pelaku MFA (24) merupakan salah satu tenaga outsourcing yang bertugas di lingkungan Diskominfo Kukar.
“Dugaan sementara dari pemeriksaan Polres Kukar itu terjadi ejek-mengejek di antara rekan kerja mereka. Pelaku ini sakit hati sehingga melakukan tindakan tersebut,” ujar Solihin kepada detikKalimantan, Rabu (12/8/2026).
Solihin menegaskan bahwa perselisihan tersebut murni terjadi di internal sesama tenaga outsourcing. Tidak ada keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai tetap.
“Karyawan di Diskominfo tidak ada yang terlibat, cuma di antara tenaga-tenaga outsourcing saja. Berdasarkan konfirmasi dari pihak berwajib, pemicunya karena saling mengejek, buat stiker WA dari foto kawannya,” jelasnya.
Saat ini terdapat sekitar 90 tenaga outsourcing di bawah naungan Diskominfo Kukar. Sebanyak 30 orang di antaranya bertugas di kantor Diskominfo sebagai operator media hingga tenaga IT, termasuk pelaku.
Atas insiden ini, pihak Diskominfo Kukar menyerahkan seluruh penanganan hukum ke kepolisian dan mengevaluasi pihak ketiga pengelola tenaga outsourcing.
“Kami konfirmasi ke pihak ketiga untuk pembinaan tenaga-tenaga outsourcing agar lebih teliti kembali,” pungkas Solihin.
Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang mengungkapkan motif sementara aksi pembakaran tersebut dipicu rasa kesal terduga pelaku terhadap orang-orang di lingkungan kantor Diskominfo Kukar.
Elnath menyebut aksi nekat tersebut telah disiapkan MFA secara matang. Pelaku mendatangi gedung kantor Diskominfo Kukar di Jalan Pahlawan, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong pada Selasa (11/8) sekitar pukul 07.20 Wita dengan membawa bahan bakar minyak jenis Pertalite.
“Terduga pelaku kemudian diduga menyiramkan bahan bakar tersebut di bagian belakang pintu ruang rapat dan menyalakannya menggunakan korek api. Setelah melihat salah seorang saksi, terduga pelaku kemudian berlari meninggalkan lokasi melalui tangga,” terangnya.