Labuhanbatu-
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Labuhanbatu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Digitalisasi Petani Sawit Menuju Pertanian Modern”, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Conference Lantai II Gedung Baru kampus ULB dan diikuti oleh mahasiswa serta civitas akademika dengan antusias tinggi.
Kuliah umum ini menjadi ruang kolaborasi strategis antara dunia akademik dan praktisi industri teknologi pertanian, dengan tujuan memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya transformasi digital dalam sektor perkebunan kelapa sawit yang semakin dinamis dan kompetitif.
Hadir sebagai narasumber pertama, Satria Khresna Wardhana, seorang ahli pengembangan bisnis dengan pengalaman lebih dari dua dekade di berbagai sektor, termasuk startup dan logistik. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah krusial dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan sektor agrikultur.
“Digitalisasi di bidang agrikultur bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Dengan pemanfaatan teknologi seperti drone, robot panen, serta sistem manajemen kebun berbasis data, proses yang sebelumnya manual dapat menjadi lebih efisien, terukur, dan aman dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Imbransyah Ali Harahap, S.P., M.Agr., seorang praktisi sekaligus peneliti kelapa sawit yang telah berpengalaman lebih dari 12 tahun. Ia membawakan materi bertajuk “Manajemen Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan”, yang mengupas pendekatan holistik dalam pengelolaan perkebunan, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dalam paparannya, Imbransyah menekankan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan yang seimbang dengan pemanfaatan teknologi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan aplikasi Petani SawitPRO, yang memungkinkan petani mencatat aktivitas panen dan perawatan, memperoleh rekomendasi pemupukan, hingga berkonsultasi langsung dengan agronom melalui fitur Dokter Sawit.
“Pemanfaatan teknologi digital seperti ini akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam materi yang disampaikan. Acara kemudian ditutup dengan pengisian formulir umpan balik yang juga berfungsi sebagai konfirmasi kehadiran peserta guna memperoleh sertifikat elektronik.
Melalui kegiatan ini, FST Universitas Labuhanbatu berharap dapat membekali mahasiswa dengan wawasan dan kesiapan menghadapi era pertanian modern berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kontribusi nyata kampus dalam mendorong modernisasi sektor kelapa sawit di wilayah Labuhanbatu dan Indonesia secara luas melalui integrasi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.